Banjir Dahsyat di Libya, Fahd A Rafiq: 10 Ribu Orang Hilang, Saya Turut Berduka Atas Musibah Ini

Banjir Dahsyat di Libya, Fahd A Rafiq: 10 Ribu Orang Hilang, Saya Turut Berduka Atas Musibah Ini

Jumlah korban tewas akibat banjir dahsyat di Libya timur diperkirakan akan melonjak secara drastis, mengingat sekitar 10.000 orang dilaporkan hilang. Demikian peringatan yang disampaikan Palang Merah pada hari Selasa (12/9).

Para pejabat di Libya mengatakan sejauh ini, sedikitnya 150 orang telah tewas akibat banjir di Libya setelah badai Daniel menyapu Mediterania, menerjang Turki, Bulgaria dan Yunani.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq, ungkapkan turut berduka atas musibah banjir yang melanda negara Libya, diketahui banjir dahsyat terjadi di Libya Timur menyebabkan 10 ribu orang dilaporkan hilang, dan telah memakan korban kurang lebih 150 korban jiwa.

“Saya turut berduka cita atas musibah banjir yang terjadi di negara Libya, banjir dahsyat telah menerjang Libya Timur dan wilayah sekitarnya, dari musibah tersebut diketahui sekitar 10 ribu orang telah dilaporkan hilang, dan memakan korban kurang lebih 150 jiwa.” Ujar Fahd A Rafiq (13/9).

“Semoga dari laporan sekitar 10 ribu orang hilang, dapat segera mendapatkan kabar baik untuk  dapat bertemu anggota keluarganya kembali, saya harapkan pemerintah setempat dapat melaksanakan bantuan untuk para korban yang terdampak dari musibah ini.” Tutup Fahd A Rafiq.

Jumlah korban tewas diperkirakan akan mencapai ribuan dalam beberapa hari mendatang ketika penilaian kerusakan dilakukan. Pihak berwenang di Libya memperkirakan, badai Mediterania yaitu Daniel yang memicu banjir bandang mungkin menewaskan 2.000 orang di kota Derna, timur negara tersebut.

Juru bicara Tentara Nasional Libya (LNA) yang menguasai wilayah timur Libya, Ahmed Mismari, mengatakan bahwa bencana tersebut akibat bendungan di atas Kota Derna jebol dan menghanyutkan seluruh permukiman beserta penghuninya ke arah laut.

Setelah menerjang Yunani pekan lalu, badai Daniel menyapu Mediterania pada Minggu (10/9/2023), membanjiri jalan-jalan dan menghancurkan bangunan-bangunan di Kota Derna. Badai turut menghantam permukiman-permukiman di sepanjang pantai, termasuk kota terbesar kedua di Libya yakni Benghazi.

Penulis : FNID