BAPERA dan Makna Isra Mi’raj

 

Jakarta – Peringatan Isra Mi’raj beberapa hari yang  lalu telah kita lewati, Memperingati Isra Mi’raj terkait dengan Sila Pertama yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Ketika berbicara Isra Mi’raj, kita hanya Fokus pada buat tangannya saja yaitu Sholat 5 waktu yang di perintahkan Allah SWT. Bahkan dalam beberapa riwayat Nabi Muhammad SAW beliau harus konsultasi terlebih dahulu pada 7 nabi sebelumnya di masing masing tingkatan langit, dari langit 1 sampai ke 7. Apakah Ummat nabi Muhammad SAW mampu menjalankan perintah Sholat 50 kali Setiap hari? 5 waktu saja masih banyak yang terlewatkan.

Peristiwa Isra Mi’raj dalam Al Qur’an merupakan satu rangkaian namun dijelaskan dalam dua surat berbeda yakni, Surat Al Isra ayat 1 dan Surat An Najm ayat 13-18.

Tahun ini, peristiwa Isra Mi’raj yang terjadi pada 27 Rajab diperingati tanggal 28 Februari 2022 bertepatan hari Senin.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Latin: Subḥaanalladii asraa bi’abdihii lailam minal-masjidil-ḥaraami ilal masjidil aqshalladzii baaraknaa haulahuu linuriyahuu min aayaatinaa, innahuu huwas samii’ul bashiiir

 

وَلَقَدْ رَآهُ نزلَةً أُخْرَى (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (14) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (15) إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (16) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى (17) لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى (18)

Latin : Walaqad ra abu nazlatan ukhraa, ‘inda Sidratil Muntaha, ‘indaha jannatul ma waa, idz yaghsyas sidrati ma yaghsyas, maa zaaghal basharu wamaa thagha, laqad ra aaa min aayati rabbihil kubraa.

Beberapa ayat diatas merupakan bukti kebenaran Isra Mi’raj yang termaktub di Al Qur’an. Yang membuat hal ini menjadi perbincangan ramai saat itu adalah ketika beliau menceritakan hal tersebut kepada para sahabatnya dan para lawannya yang mengatakan bahwa nabi mengarang cerita.

Mana mungkin dalam semalam Perjalanan dari tempat beliau ke Masjidil haram itu dalam waktu singkat padahal saat itu naik kuda paling cepat pun butuh perjalanan waktu beberapa bulan. Lanjut lagi Ke Masjidil Aqsa langit. Pasti saat itu orang mengira hal itu adalah karangan.

Karena saat Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW baru ditinggal oleh Sang Istri tercinta yaitu Khadijah. Pastinya ketika Nabi Muhammad SAW bercerita mereka berfikir itu adalah cerita bualan saja.

Untuk menulis ini butuh pendekatan logis dan masuk akal, Jika dihubungkan dengan zaman modern dan teknologi saat ini perjalanan itu bisa saja masuk akal tapi butuh waktu ribuan tahun untuk mendekati kisah perjalanan beliau terutama soal perjalanan dan waktu tempuh.

Dalam peristiwa Isra Mi’raj kita disuguhi sejarah awal kisah tentang perintah Shalat dan maknanya kita harus mendengarkan cerita dan mempercayai itu adalah sebuah kebenaran mutlak. Yups sejarah dan cerita yang termaktub dalam Kitab Suci Al-Qur’an.

Jika di bumi Nusantara Lebih dikenal Folklore( Cerita Rakyat) dan tidak tertulis sedangkan Peristiwa Isra Mi’raj sebuah kisah cerita perjalanan Nabi Muhammad SAW yang di abadikan dalam Al Qur’an (tertulis).

Kitab Suci Al Qur’an sebuah kitab yang banyak membahas peristiwa sejarah masa lalu dan juga kejadian yang akan datang.

Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) yang langsung dikomandoi oleh Fahd El Fouz A Rafiq yang berlandaskan Pancasila dan UUD ’45 ini mengajak kita semua untuk menghayati sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa secara utuh dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Penulis: ASW