Bapera

Bukan Hoax, Fahd A Rafiq Memang Jenius, Ini Buktinya

 

Jakarta – Salah satu tanda Kejeniusan adalah seseorang mampu memiliki IQ, EQ, SQ dan Kecerdasan sosial. kelebihan yang tidak dimiliki oleh banyak orang, sekali lagi judul diatas bukan untuk mendewakan seseorang akan tetapi banyak orang orang jenius di dunia ini memiliki kecerdasan diatas rata – rata dan kayak diberikan apresiasi.

Sekal lagi sang pena menekankan Kejeniusan bukan hanya kecerdasan Intelektual semata, akan tetapi banyak kecerdasan pendukung, seperti Kecerdasan Spiritual, kecerdasan Kinestetik, kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan banyak kecerdasan yang lain.

Fahd A Rafiq mampu menggabungkan kecerdasan tersebut, ok saya beri contoh Ketika seseorang jenius dalam hal Intelektual apakah memiliki kecerdasan lain? Jawabnya belum tentu. Mereka yang jenius sepenuhnya mampu menggabungkan jenis kecerdasan yang berbeda dan hal tersebut ada pada diri seorang Fahd El Fouz A Rafiq tentu ini bukanlah hal yang berlebihan.

Contoh Thomas Alfa Edison, penemu bohlam lampu yang hasilnya bisa dinikmati manusia saat ini. Dahulunya adalah seorang anak yang sering di remehkan oleh guru dan teman temannya, berkat ketekunan, totalitas dan belajar dari ribuan kegagalan maka penemuan dan namanya menjadi mashur di dunia hingga saat ini.

Di dunia ini memang ada orang orang yang sangat mendewakan kecerdasan Intelektual, biasanya orang orang yang sangat konsen dengan hal ini adalah bangsa yahudi. Apakah cukup hanya kecerdasan Intelektual saja ?. Disatu sisi ada orang orang yang memiliki kecerdasan spiritual, jika hanya menitik beratkan pada satu kecerdasan saja itu belum dikatakan jenius yang seutuhnya.

Sekali lagi Fahd El Fouz A Rafiq mampu menggabungkan banyak kecerdasan sehingga keluarlah kata Jenius. Seorang pemimpin harus mampu menggabungkan banyak kecerdasan tersebut, sehingga keputusan keputusaannya mampu memiliki dampak sistemik untuk banyak orang.

Untuk menjadikan seorang pemimpin yang mampu berinteraksi dengan perkembangan zaman seperti yang akan terjadi pada abad -21, maka pemimpin pemimpin harus membekali dengan 3 kecerdasan: Kecerdasan emosional, kecerdasan sosial dan kecerdasan spiritual.

Kecerdasan yang dimiliki Fahd El Fouz A Rafiq antara lain:

Kecerdasan Emosional, Melandy dan Aziza (2006) menyatakan, hasil survei yang dilakukan di Amerika Serikat tentang kecerdasan emosional menjelaskan bahwa apa yang di inginkan oleh pemberi kerja tidak hanya keterampilan teknik saja melainkan dibutuhkan kemampuan dasar untuk belajar dalam pekerjaan yang bersangkutan. Diantaranya adalah kemampuan mendengar dan berkomunikasi lisan, adaptasi, kreativitas, ketahanan mental terhadap kegagalan, kepercayaan diri, motivasi dan keinginan memberikan kontribusi terhadap negara.

Kecerdasan Sosial. Kecerdasan sosial merupakan kemampuan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain dan memahami orang lain. Konsep kecerdasan sosial ini berpangkal dari konsep kecerdasan sosial yang dikemukanan oleh Thorndike (dalam, goleman,2006) yang menjelaskan kecerdasan sosial mampu membantu seseorang dalam berinteraksi dengan teman, sahabat, masyarakat serta mempunyai keberanian mengemukakan pendapat, dan sebagai bekal untuk kehidupan masa depan yang lebih kompleks lagi.

Kecerdasan Spiritual, Taylor (1997) menjelaskan spiritual adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan hubungan seseorang dengan kehidupan non material atau kekuatan yang lebih tinggi, kemudia O’Brien (1999 dalam Blais, 2007) mengatakan bahwa bahwa spiritual mencakup cinta, welas asih, hubungan dengan tuhan dan keterkaitan antara tubuh, pikiran dan jiwa. Spiritual juga disebut sebagai keyakinan keyakinan atau hubungan dengan kekuatan yang lebih tinggi, kekuatan pencipta, ilahiah atau sumber energi yang tidak terbatas.

Kita beralih sebentar ke topik yang sedang hangat Saat ini Dunia Internasional yaitu perang Rusia vs Ukraina, negara yang pernah jaya dengan Uni Sovyetnya ingin kembali dengan mengangkat kejayaan negaranya beberapa puluh tahun yang lalu. Mimpinya putin adalah Mengembalikan kejayaan Uni Sovyet. Maka dari itu karena mimpi dari Putin ini banyak mengorbankan jiwa rakyat sipil Ukraina disinilah para pemimpin dunia di uji kecerdasan sosialnya, empatinya dan rasa solidaritasnya atas nama kemanusiaan. Dalam UUD ’45 “Penjajahan diatas dunia harus dihapuskan”.

Jika dikaitkan dengan penaklukan wilayah, beda antara gaya Vladimir Putin dan Patih Gajah Mada dulu, Patih Gajah Mada dalam menaklukan wilayah tidak pernah melakukan perang berdarah untuk menguasai sebuah daerah, hanya perang Bubat itu pun karena ingin mempersunting Dyah Pitaloka Citra Resmi bukan menaklukan wilayah kerajaan Sunda kala itu.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Fahd A Rafiq memiliki Kejeniusan yang sesungguhnya beliau mampu memadukan kecerdasan kecerdasan yang telah dijelaskan diatas, dan apa yang sang pena kemukakan ini bukan HOAX tapi benar adanya. Seorang yang objektif mampu melihat kelebihan orang lain dari berbagai perspektif.

Maka sangat wajar Jika Fahd A Rafiq seorang Pemuda dari kalangan Generasi Millenial yang sering di bahas banyak orang, dan beberapa kalimat diatas semoga bisa menjawab rasa penasaran tersebut dengan penjelasan yang ilmiah dan masuk akal.

Penulis: ASW

 

Logo Bapera
Menguatkan jati diri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).