Kerja Sama Pertanian Indonesia-Brasil, Fahd A Rafiq: Kita Menuju Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan

Kerja Sama Pertanian Indonesia-Brasil, Fahd A Rafiq: Kita Menuju Ketahanan Pangan dan Keberlanjutan

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Menteri Pertanian Brasil, Carlos Fávaro, telah menjalin pertemuan yang penuh harapan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto.

Pertemuan ini berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan tujuan memperkuat kerja sama di bidang pertanian, peternakan, dan penelitian, yang mendukung upaya mencapai ketahanan pangan di kedua negara.

Menteri Fávaro mengawali pembicaraan dengan menegaskan komitmen Brasil untuk membangun sektor pertanian yang berkelanjutan, dengan perhatian khusus pada pengurangan emisi karbon.

Brasil telah berhasil beralih dari status negara importir menjadi negara eksportir di sektor pertanian, dan mereka siap berbagi teknologi dan pengetahuan dengan Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan produksi pertanian.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq dalam pernyataannya menyampaikan bahwa ketahanan pangan ini harus dilakukan dengan berbagai strategi dan menjadi suatu hal yang sustainable.

“Negara yang saat ini memiliki sumber pertanian sangat melimpah harus menjadi exporter suatu saat, karena Indonesia memiliki berbagai macam hasil bumi yang berjumlah banyak dan bahkan seharusnya Indonesia tidak perlu mengimpor dari luar,” ujar Fahd A Rafiq, Sabtu (4/11).

Selain itu, Menteri Fávaro berharap agar perdagangan antara pelaku usaha Indonesia dan Brasil dalam sektor pertanian dan peternakan dapat berjalan lancar, dengan menjaga standar kualitas, kebersihan, dan harga yang kompetitif di pasar global.

Menko Airlangga menanggapi dengan menyebutkan komitmen Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 melalui percepatan transisi energi. Indonesia juga mengundang Brasil untuk berpartisipasi dalam transfer teknologi dan investasi dalam industri hilir gula dan bioetanol.

Menteri Fávaro merespons positif tawaran tersebut, mencatat bahwa Brasil telah lama menjadi produsen etanol dari tebu selama dua dekade terakhir. Selain itu, Brasil memiliki potensi untuk menjadi pemasok jagung yang signifikan bagi Indonesia.

Pasokan jagung dari Brasil dapat membantu menurunkan harga pakan ternak di Indonesia, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada stabilitas harga komoditas pangan lainnya, seperti telur dan ayam.

Selama pembicaraan, juga dibahas dampak El Niño terhadap ketahanan pangan, dan Menko Airlangga membagikan beberapa strategi yang sedang dijalankan oleh Indonesia, termasuk pengembangan “food estate” di beberapa wilayah di Indonesia.

Menurutnya, saat ini Indonesia tengah membangun food estate baru untuk komoditas tebu dan jagung, dan Indonesia mengundang Brasil untuk berinvestasi dalam proyek ini.

“Untuk Saat ini Indonesia sedang menuju ketahanan pangan dan juga yang berkelanjutan, maka dari itu diharapkan pemerintah Indonesia dapat mendukung kerja sama ini,” ujar Fahd A Rafiq, Sabtu (4/11).

Kerja sama antara Indonesia dan Brasil dalam sektor pertanian dan pangan menjanjikan potensi yang besar dalam mencapai ketahanan pangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kedua negara.

Reforma Agraria Indonesia, Fahd A Rafiq: Langkah Menuju Kesejahteraan dan Kesetaraan

Reforma Agraria Indonesia, Fahd A Rafiq: Langkah Menuju Kesejahteraan dan Kesetaraan

Reforma Agraria terus menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Indonesia dalam upaya mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah, mengatasi kemiskinan, dan menciptakan lapangan kerja.

Di bawah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Reforma Agraria telah menetapkan target ambisius hingga 9 juta hektar, termasuk penataan aset dan akses tanah. Hingga Oktober 2023, pencapaian sertifikasi hak milik tanah transmigrasi mencapai 140.590,72 hektar, sedangkan pendaftaran tanah (PTSL) telah mencapai 9.173.953 hektar.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq menyatakan bahwa hal ini dinilai dapat mengurangi kesenjangan social dan juga ekonomi yang saat ini masih sering terjadi.

“Kesenjangan social dan juga kesenjangan ekonomi saat ini masih menjadi masalah bagi Indonesia yang dimana seharusnya saat ini kita sudah harus berada dalam kondisi yang sejahtera atas keadaan social dan juga ekonomi.” Ujar Fahd A Rafiq, Jumat (3/11).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Reforma Agraria Nasional, menyoroti manfaat langsung dari Reforma Agraria, yaitu peningkatan pendapatan per kapita penerima Reforma Agraria sebesar 20,02% pada tahun 2022.

Akan tetapi, Airlangga juga mengakui bahwa masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan Reforma Agraria. Untuk mengakselerasi pencapaian target, Pemerintah meluncurkan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2023 tentang Percepatan Pelaksanaan Reforma Agraria. Peraturan ini memuat empat terobosan kebijakan, termasuk penyediaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dari Kawasan Hutan, penyelesaian konflik agraria, penguatan kelembagaan Reforma Agraria, dan percepatan penataan aset dan akses.

Sistem Bhumi-GTRA, sebuah platform yang mengintegrasikan kegiatan penataan aset dan akses, juga telah diperkenalkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data Reforma Agraria.

Pada pertemuan GTRA Summit Karimun 2023, dideklarasikan komitmen untuk menyelesaikan legalisasi aset permukiman di atas air, pulau-pulau kecil, dan pulau terluar, menyelesaikan konflik agraria, dan meredistribusi tanah dari pelepasan kawasan hutan.

“Diharapkan pada Reforma Agraria ini pemerintah daerah dan juga para stakeholder dapat mampu berperan aktif untuk memastikan Reforma Agraria ini memberikan mafnaat bagi kesejahteraan masyarakat.” Ujar Fahd A Rafiq, Jumat (3/11).

Sebagai pengakuan atas kontribusi mereka, pemberian penghargaan Provinsi Pelaksana Reforma Agraria Terbaik dalam empat kategori berbeda dilakukan, dengan Jawa Barat meraih gelar juara umum.

Reforma Agraria tetap menjadi instrumen penting dalam upaya mencapai kesejahteraan yang lebih merata di Indonesia, sambil mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Forum World Hydropower Congress 2023, Fahd A Rafiq: Indonesia Berkomitmen pada Energi Hijau

Forum World Hydropower Congress 2023, Fahd A Rafiq: Indonesia Berkomitmen pada Energi Hijau

Forum internasional yang sangat penting World Hydropower Congress 2023 dibuka di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kabupaten Badung, Provinsi Bali.

Dalam forum ini, pembicara utama – seorang pemimpin Indonesia – menyoroti isu pemanasan global dan memaparkan rencana ambisius untuk mengatasi tantangan lingkungan global.

Dalam sambutannya, pemimpin tersebut mengungkapkan kekhawatirannya terhadap status bumi yang kian rapuh. Saat ini PBB telah menyebut bumi sudah bukan lagi mengalami pemanasan global, tetapi telah memasuki fase pendidihan global. Jika kenaikan suhu bumi dibiarkan mencapai lebih dari 1,5 derajat Celsius, maka diprediksi akan membawa bencana bagi banyak orang di berbagai belahan dunia.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq menyampaikan bahwa keadaan iklim saat ini perlu diatasi dengan cepat maka dari itu jika pemanasan global terus terjadi dampaknya akan sangat buruk.

“Dampak dari pemanasan global saat ini yang sedang menimpa bumi membuat negara harus berperan besar untuk membantu menanggulangi situasi yang sedang terjadi saat ini.” Ujar Fahd A Rafiq, Jumat (3/11).

Dalam upayanya untuk mengatasi masalah ini, Indonesia berkomitmen untuk mempercepat transisi energi dengan peningkatan energi baru terbarukan (EBT) dalam skala besar. Diperkirakan bahwa potensi energi hijau Indonesia mencapai 3.600 gigawatt, melalui berbagai sumber seperti matahari, angin, panas bumi, arus laut, ombak, bioenergi, dan hidro.

Tentang potensi hidro, Indonesia memiliki lebih dari 4.400 sungai yang potensial, termasuk Sungai Mamberamo di Papua dengan potensi 24 ribu megawatt dan Sungai Kayan di Kalimantan Utara yang dapat menghasilkan 13 ribu megawatt. Ini adalah aset berharga yang akan mendukung pengembangan industri hijau di Indonesia.

“Pastinya akan banyak tantangan dalam mengatasi masalah masalah yang ada di lingkungan saat ini, maka dari itu diharapkan Indonesia serta dengan negara negara lain dapat bekerja sama dalam hal ini.” Ujar Fahd A Rafiq, Jumat (3/11).

Namun, ada tantangan yang harus diatasi, seperti jarak antara lokasi sumber hidro dan pusat konsumsi listrik. Pemerintah Indonesia telah mengembangkan rencana untuk membangun jalur transmisi listrik yang efisien agar energi hidro dapat digunakan dengan lebih maksimal.

Selain itu, masalah pendanaan dan alih teknologi juga menjadi perhatian. Mengatasi tantangan ini memerlukan kolaborasi global dan investasi besar. Forum ini diharapkan akan menjadi wadah kolaborasi yang akan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan mendukung investasi untuk pemanfaatan energi air demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam dunia yang semakin menyadari pentingnya menjaga planet ini, Indonesia bersama dengan negara-negara lainnya berkomitmen untuk memanfaatkan potensi energi terbarukan, khususnya energi hidro, untuk menciptakan masa depan yang lebih lestari bagi bumi kita bersama.

Fahd A Rafiq Mendukung Pemerintah Untuk Fokus pada Percepatan Ekosistem 5G di Indonesia

Fahd A Rafiq Mendukung Pemerintah Untuk Fokus pada Percepatan Ekosistem 5G di Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tengah memfokuskan upayanya pada percepatan ekosistem 5G di Indonesia. Dalam rangka kunjungan kerja selama dua hari, Menteri Komunikasi dan Informatika berpartisipasi dalam Industry Summit dengan tema ‘Percepatan Ekosistem 5G untuk Visi Indonesia Digital 2030 & 2045.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq menyatakan bahwa ekosistem komunikasi di Indonesia harus cepat merata, karena akan meningkatkan kinerja serta industri di Indonesia.

“Komunikasi di Indonesia menjadi salah satu hal yang masih kurang dapat dirasakan di beberapa daerah terpencil, terlebih yaitu pedalaman Indonesia.” Ujar Fahd A Rafiq, Kamis (2/11).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan bertujuan untuk membahas Visi Indonesia Digital (VID) 2030 dan 2045. Dalam acara tersebut, akan ada Consensus Announcement 5G industri telekomunikasi yang merupakan pilar penting dalam upaya mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo menjelaskan bahwa kehadiran Solo Techno Park bertujuan untuk menghadirkan real showcase yang dapat mendukung startup, industri TIK, pelaku UMKM, dan lainnya. Selain itu, upaya ini bertujuan untuk mengembangkan jenis aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“5G sudah didapatkan pastinya di kota kota besar di Indonesia, namun pemerataan jaringan 5G ini jika sudah merata maka komunikasi Indonesia berlangsung dengan kondisi sangat baik.” Ujar Fahd A Rafiq, Kamis (2/11).

Mastel, sebagai mitra kerja Kementerian Kominfo, telah lama menjadi tempat berdiskusi dan konsultasi mengenai isu-isu penting terkait dengan ekosistem telekomunikasi nasional. Mastel juga membantu dalam uji coba teknologi baru yang akan diimplementasikan di Indonesia.

Kementerian Kominfo dan Mastel bekerja sama dalam pengembangan talenta digital serta berkoordinasi dengan akademisi dan mahasiswa dalam upaya membangun talenta digital dari level dasar hingga lanjutan. Dengan perkembangan teknologi, diharapkan Mastel tetap adaptif dan menjadi mitra strategis pemerintah yang dapat memberikan masukan dan kritik yang bermanfaat.

Menuju Perpres Industri Game Nasional, Fahd A Rafiq: Game Menjadi Faktor Perekonomian Bangsa Naik

Menuju Perpres Industri Game Nasional, Fahd A Rafiq: Game Menjadi Faktor Perekonomian Bangsa Naik

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Indonesia telah melakukan pertemuan untuk mendiskusikan finalisasi Peraturan Presiden (Perpres) Industri Game Nasional.

Pertemuan ini melibatkan Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) dan Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK) guna memberikan masukan terkait Perpres Industri Game Nasional.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq menyatakan bahwa generasi muda saat ini menjadi para calon pemimpin di masa depan dengan latihan pengembangan saat usia dini.

“Industri permainan ini tidak hanya tentang bermain saja, namun bagaimana cara developing suatu hal yang membuat para generasi muda yang bekerja sama dalam mengembangkan game ini menjadi lebih berpikir kreatif.” Ujar Fahd A Rafiq, Kamis (2/11).

Salah satu fokus dalam pembahasan Perpres adalah bagaimana memungkinkan ekosistem industri game di Indonesia tumbuh dan berkembang, serta menjadi produsen game yang dapat dikenal di pasar internasional.

Pihak terlibat juga membahas pentingnya menggalakkan game lokal di kalangan pemuda untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Diskusi melibatkan sejumlah poin, termasuk kontribusi sekolah menengah kejuruan, lembaga pelatihan vokasi, dan perguruan tinggi dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk industri pengembangan game.

“Pasar dari penjualan ini tidak hanya bagi Indonesia atau asia tenggara namun ini nantinya akan dibuat bagi seluruh dunia, Diharapkan pengembangan ini dapat dilakukan dengan baik dan juga dengan fokus oleh para generasi muda.” Ujar Fahd A Rafiq, Kamis (2/11).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengapresiasi masukan yang telah diberikan oleh Kemenpora dan PBESI. Dia menegaskan bahwa semua masukan tersebut sudah menjadi perhatian dalam penyusunan Perpres Pengembangan Game Nasional. Proses finalisasi Perpres saat ini sedang dalam tahap mendapatkan persetujuan dari menteri terkait.

Pembahasan ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengembangkan industri game nasional dan memungkinkan ekosistem yang mendukung pertumbuhan sektor ini.

Industri Hilir Kelapa Sawit Berkomitmen pada Ramah Lingkungan dan Net Zero Emission, Fahd A Rafiq: Salah Satu Strategi Yang Dinilai Ampuh

Industri Hilir Kelapa Sawit Berkomitmen pada Ramah Lingkungan dan Net Zero Emission, Fahd A Rafiq: Salah Satu Strategi Yang Dinilai Ampuh

Industri hilir kelapa sawit di Indonesia menjalani transformasi menuju keberlanjutan dengan fokus pada pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) dan pencapaian Net Zero Emission (NZE). Predikat “rendah emisi” menjadi faktor penentu dalam pemasaran produk kelapa sawit, sejalan dengan perubahan pola konsumsi global yang semakin berorientasi pada produk “hijau”.

Dalam konteks ini, aspek keberlanjutan pada industri hilir kelapa sawit telah berkembang dari sekadar aspek lingkungan menjadi tanggung jawab terhadap seluruh rantai pasokan produknya. Direktur Jenderal Industri Agro menjelaskan bahwa di masa depan, konsumen kemungkinan akan mempertimbangkan tingkat emisi GRK yang dihasilkan dalam proses produksi ketika memilih produk kelapa sawit.

Ketua DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq, menyatakan bahwa emisi gas rumah kaca dapat berdampak sangat besar bagi lingkungan jika tidak segera diatasi.

“Gas Rumah Kaca merupakan salah satu bahaya yang mengintai saat ini, lingkungan yang kita hirup udaranya sehari hari pastinya dibutuhkan solusi atas mulai berkurangnya kualitas udara di lingkungan hari ini yang makin memburuk setiap harinya.” Ujar Fahd A Rafiq, Rabu (1/11).

Indonesia merupakan produsen terbesar kelapa sawit di dunia, yang membuka peluang bagi negara ini untuk memimpin upaya global dalam mengurangi emisi. Industri kelapa sawit telah tumbuh sekitar 3,90% pada Triwulan II-2023 dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor non-migas. Oleh karena itu, pemerintah telah menjadikan industri ini sebagai prioritas nasional.

Hilirisasi industri kelapa sawit, yang menghasilkan berbagai produk turunan dari kelapa sawit, menjadi fokus utama dalam kebijakan pembangunan sektor kelapa sawit. Saat ini, terdapat sekitar 179 jenis produk hilir kelapa sawit, dan sekitar 90% volume ekspor produk kelapa sawit adalah produk hilir. Hanya sekitar 10% volume ekspor yang masih berupa bahan baku minyak sawit mentah (CPO/CPKO).

Selain meningkatkan penggunaan produk hilir kelapa sawit di dalam negeri, pemerintah juga telah meluncurkan program biodiesel wajib selama delapan tahun terakhir, yang saat ini mencapai 35% (B35). Program ini adalah contoh konkret dari upaya dekarbonisasi.

“Net Zero Emission ini diharapkan dapat membantu Indonesia bahkan dunia dalam rencana yang akan dijalani ini dengan memanfaatkan produksi minyak sawit mentah.” Ujar Fahd A Rafiq, Rabu (1/11).

Strategi konkrit dalam pencapaian Net Zero Emission di sektor ini adalah dengan menerapkan teknologi terbaru dalam produksi minyak sawit mentah. Salah satunya adalah Steamless Palm Oil Technology (SPOT) yang mengurangi emisi GRK hingga 20,84% dibandingkan dengan pabrik kelapa sawit konvensional.

Kementerian Perindustrian berterima kasih kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang mendukung penelitian relevan dengan upaya dekarbonisasi. Menteri Perindustrian menetapkan target bahwa sektor industri kelapa sawit akan mencapai Net Zero Emission pada tahun 2050, sepuluh tahun lebih awal dari target global pada tahun 2060.

Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendukung perubahan iklim global dan melindungi lingkungan hidup. Industri kelapa sawit berperan penting dalam mengurangi emisi GRK dan mendorong keberlanjutan di sektor ini, menjadikan negara ini sebagai pemimpin dalam upaya global dekarbonisasi.

Pemerintah Resmi Mulai Groundbreaking LRT Fase 1B, Fahd A Rafiq: Era Baru Transportasi Jakarta

Pemerintah Resmi Mulai Groundbreaking LRT Fase 1B, Fahd A Rafiq: Era Baru Transportasi Jakarta

Mewakili Presiden Joko Widodo, Menhub melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan Lintas Raya Terpadu (LRT) Fase 1B yang menghubungkan Velodrome ke Manggarai, di Jakarta Timur.

Menhub menyatakan bahwa proyek ini telah dimulai secara resmi dan merupakan langkah penting dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan yang lebih baik. Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah berkontribusi dalam pengembangan angkutan massa.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq menyatakan bahwa kelanjutan pembangunan yang saat ini sedang dilakukan diharapkan dapat membuat daerah Jakarta semakin terintegrasi.

“Bagaimanapun, terintegrasi menjadikan sebuah kota menjadi mudah untuk diakses semua lokasinya. Ekonomi dapat berjalan dengan baik begitu juga lalu lintas yang bisa saja mengurangi kemacetan yang saat ini sering terjadi di Jakarta.” Ujar Fahd A Rafiq, Kamis (2/11).

Jakarta, sebagai ibu kota Indonesia, merupakan model dan contoh bagi kota-kota di seluruh negeri. Keberhasilan inisiatif pemerintah daerah dalam mendukung transportasi publik telah diapresiasi karena dapat menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lainnya. Menhub juga menegaskan arahan Presiden Jokowi tentang pentingnya angkutan massa perkotaan. Ini bukan hanya untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Transportasi yang akan memudahkan mobilisasi masyarakat ini akan membuat LRT MRT dan KRL terintegrasi, kemudian juga ada kereta cepat yang mendukung hal tersebut. Jika saja masyarakat dapat ramai ramai beralih ke angkutan massal maka akan berdampak juga bagi lingkungan dan mengurangi kemacetan.” Ujar Fahd A Rafiq, Kamis (2/11).

Pj Gubernur DKI Jakarta mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) karena mereka telah memungkinkan dimulainya pembangunan LRT Fase 1B. Ia menyatakan bahwa kemudahan dan kenyamanan dalam menggunakan transportasi publik adalah faktor utama yang akan mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi massa.

Lintas Raya Terpadu (LRT) Fase 1B Jakarta memiliki jalur sepanjang 6,4 kilometer yang akan memiliki lima stasiun, yaitu Stasiun Pemuda Rawamangun, Stasiun Pramuka BPKP, Stasiun Pasar Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Manggarai. Diharapkan pembangunan jalur ini akan selesai pada September 2024, sementara operasional LRT hingga Manggarai ditargetkan akan dimulai pada tahun 2026.

Proyek LRT ini akan memperkuat sistem transportasi perkotaan di Jakarta, mengurangi kemacetan, dan memberikan alternatif yang lebih berkelanjutan bagi warga Jakarta.

Industri Ventilator Indonesia Sorotan di ITAP 2023, Fahd A Rafiq: Peluang Bagi Indonesia

Industri Ventilator Indonesia Sorotan di ITAP 2023, Fahd A Rafiq: Peluang Bagi Indonesia

Industri ventilator dalam negeri menunjukkan kemampuan berdaya saingnya di arena internasional melalui partisipasi PT Stechoq Robotika Indonesia di acara bergengsi, Industrial Transformation ASIA-PACIFIC (ITAP) 2023 di Singapura Expo.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) menyatakan bahwa industri ventilator nasional telah memenuhi standar internasional. Pameran ITAP 2023 memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menarik investasi dan membangun kerja sama dengan industri alat kesehatan di luar negeri.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq, menyampaikan bahwa ventilator yang dibuat oleh Indonesia diharapkan dapat membesarkan nama Indonesia di mata dunia.

“Jika ventilator buatan Indonesia dapat memikat mata dunia di festival pameran sebesar Internasional maka juga kita warga Indonesia patut mengapresiasi buatan tersebut dan menggunakannya untuk di negeri sendiri,” ujar Fahd A Rafiq, Selasa (31/10).

Produk yang dipamerkan adalah ventilator emergency C01, yang memiliki ukuran kompak dan ringan sehingga mudah dibawa (portable) tetapi tetap dilengkapi dengan fitur dan fungsi yang sama dengan pendahulunya, ventilator V01.

“Industri ventilator ini harus didukung oleh sektor industri dimana alat kesehatan dalam negeri ini menjadi hal yang membanggakan bagi Indonesia, ventilator emergency portable yang diproduksi di dalam negeri telah menunjukkan kualitas yang setara dengan produk impor, menjadi bukti nyata prestasi industri ventilator dalam negeri,” ujar Fahd A Rafiq, Selasa (31/10).

Proyek ini mewujudkan kemandirian nasional dalam produksi alat kesehatan, mengurangi ketergantungan pada impor, dan meningkatkan daya saing industri alat kesehatan nasional. Ventilator V01 telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan dan memiliki sertifikat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sebesar 43,16%.

Dengan TKDN di atas 40%, ventilator ini diwajibkan dalam pengadaan pemerintah dan BUMN.

Pada ITAP 2023 Terjadi Kesepakatan mencakup perakitan, pemasaran, dan dukungan pemeliharaan untuk peralatan pengujian keamanan kelistrikan produk alat kesehatan elektronik. Alat uji ini sesuai dengan standar internasional dan diharapkan akan mendukung pengembangan produk alat kesehatan berbasis elektronik di Indonesia.

ACE Youth Summit 2023 Digelar, Fahd A Rafiq: Dorong Generasi Muda dalam Ekonomi Digital

ACE Youth Summit 2023 Digelar, Fahd A Rafiq: Dorong Generasi Muda dalam Ekonomi Digital

Menparekraf pada ACE Youth Summit 2023, menyoroti peran penting generasi muda dalam mengembangkan ekonomi digital. Sandiaga Uno menekankan bahwa Indonesia memiliki sekitar 90 juta generasi muda yang produktif, dan hal ini merupakan bonus demografi yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh banyak negara di dunia.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq, mendukung semangat juang generasi muda untuk semakin menekuni dunia ekonomi digital agar dapat menata masa depan yang lebih baik.

“Ekonomi digital di Indonesia semakin hari semakin tinggi peningkatannya, mulai dari segi e-commerce dan juga sektor digital lainnya,” ujar Fahd A Rafiq, Selasa (31/10).

Indonesia telah menjadi salah satu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi digital yang pesat. Berdasarkan riset oleh Google, Temasek, dan Bain & Company pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia mencapai angka 77 miliar dolar AS.

Diperkirakan angka ini akan melonjak hingga mencapai 130 miliar dolar AS pada tahun 2025, yang didorong oleh pertumbuhan sektor e-commerce.

Sektor e-commerce di Indonesia juga diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan pendapatan yang signifikan, meningkat dari 59 miliar dolar AS pada tahun 2022 menjadi 95 miliar dolar AS pada tahun 2025. Oleh karena itu, Menparekraf Sandiaga Uno menekankan pentingnya memanfaatkan potensi ini dengan optimal.

Menparekraf berharap bahwa ACE Youth Summit, yang diselenggarakan pada 28-29 Oktober 2023, akan menjadi platform yang berkelanjutan di masa depan. Ini akan membantu generasi muda Indonesia untuk terus meningkatkan kemampuan mereka dalam mengembangkan sektor ekonomi digital di negara ini.

“Semua sektor dan juga para stakeholder harus berkomitmen dan juga berkontribusi atas pengembangan ekosistem ekonomi digital yang akan digerakan oleh para generasi muda ini, melalui program program yang ada serta pelatihan dan mendampingan. Upaya upaya tersebut semoga dapat memperkuat peran generasi muda dalam ekosistem ekonomi digital,” ujar Fahd A Rafiq, Selasa (31/10).

Sandiaga Uno juga mengingatkan generasi muda untuk selalu berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ini adalah kunci untuk menjaga agar Indonesia tetap menjadi salah satu pemain utama dalam dunia ekonomi digital yang sedang berkembang pesat.

Indonesia Raih Prestasi Luar Biasa di Asian Para Games 2022 Hangzhou, Fahd A Rafiq: 13 Rekor Baru dan 95 Medali

Indonesia Raih Prestasi Luar Biasa di Asian Para Games 2022 Hangzhou, Fahd A Rafiq: 13 Rekor Baru dan 95 Medali

Kontingen Indonesia telah meraih prestasi luar biasa dalam Asian Para Games 2022 Hangzhou yang berlangsung di Hangzhou, China, pada 22-28 Oktober 2023.

Mereka tidak hanya berhasil melampaui target 19 medali emas, tetapi juga memecahkan 13 rekor baru, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan olahraga para atlet regional dan internasional.

Dalam perolehan medali terakhir Asian Para Games Hangzhou 2022, Indonesia menempati peringkat keenam dengan total 29 medali emas, 30 perak, dan 36 perunggu, mengumpulkan total 95 medali dari 12 cabang olahraga yang diikuti. Capaian ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja keras para atlet, pelatih, manajer, dan ofisial.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq, menyatakan rasa bangganya kepada para atlet yang telah berjuang di Asian Para Games 2022.

“13 rekor ini merupakan rekor yang sangat tinggi dengan total 95 medali menjadi capaian yang sangat baik bagi atlet atlet yang telah berjuang bagi Indonesia dan berada di urutan ke empat.” Ujar Fahd A Rafiq, Senin (30/10).

Ditekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil kolaborasi yang kuat antara Kementerian Pemuda dan Olahraga, NPC Indonesia, pelatih, manajer, dan semua pihak yang terlibat dalam persiapan dan penyelenggaraan Asian Para Games.

Wasekjen NPC Indonesia mengungkapkan bahwa akan ada evaluasi menyeluruh setelah penyelenggaraan Asian Para Games 2022. Evaluasi ini akan mencakup penilaian performa atlet di setiap cabang olahraga, dengan tujuan untuk terus memajukan prestasi para atlet Indonesia.

Selanjutnya, NPC Indonesia akan fokus pada persiapan untuk Paralimpiade Paris 2024 dengan target masuk dalam 40 besar dunia. Hal ini didasarkan pada hasil performa gemilang Kontingen Indonesia dalam ajang multi-event seperti Asian Para Games 2022.

“Capaian ini bukanlah hal yang biasa terjadi, namun menjadi sebuah capaian luar biasa. Kita melewati target untuk para atlet kemudian juga menjadi yang tertinggi di wilayah Asia Tenggara.” Ujar Fahd A Rafiq, Senin (30/10).

Dengan perolehan medali sebesar 73 persen berdasarkan rasio atlet dan prestasi, Indonesia menempati posisi ketiga setelah China dan Uzbekistan. Prestasi ini semakin mempertegas Indonesia sebagai kontingen terbaik dari kawasan Asia Tenggara, dengan Thailand di peringkat ketujuh, Filipina di urutan kesembilan, Malaysia di nomor 12, dan Singapura di urutan 17.

Prestasi luar biasa Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2022 Hangzhou adalah bukti semangat, kerja keras, dan dedikasi para atlet, serta dukungan yang kuat dari seluruh pihak terkait. Mereka telah menjadi inspirasi bagi generasi masa depan dan telah mengukuhkan posisi Indonesia di panggung olahraga dunia.