Fahd A Rafiq Ceritakan Hukum Kekekalan Energi Pada Kehidupan

 

Jakarta – Seminggu lebih lebaran telah meninggalkan kita yang intinya dari menahan lapar dan haus selama 30 hari untuk mengembalikan kondisi kita dalam keaadaan fitrah.

 

Dalam kondisi fitrah inilah maka akan muncul energi positif dalam diri seseorang yang harus dimaksimalkan efek dari puasa dibulan Ramadhan kemarin.

 

Fahd El Fouz mengatakan, “Jika manusia marah maka energi negatif yang akan keluar dari diri kita. Dunia ini bulat dan Energi itu kekal”. Sekali energi itu tercipta mereka akan terus ada dan karena kehidupan ini berputar energi itu akan kembali ke diri kita sendiri.

Mulai sekarang kita harus mengeluarkan energi hanya yang positif. Doakan orang berbuat salah agar selamat sampai kerumah dan ikhlas dalam berdoa. Doakan orang orang di sekeliling kita selamat dan tidak terkena penyakit.

“Doakan yang positif apa saja yang kita lihat anak sekolah yang baru pulang, tukang sapu jalanan,  seorang ayah yang mencari rejeki, ibu mengurusi anak anaknya. Percayalah hidupmu dirumah akan lurus, mudah dan selamat dunia akhirat.

 

Siang dan malam semua keluarga kita doakan, seorang ibu yang menanak nasi dia mendoakan, ucapkan doa yang baik untuk petani yang menanam, doakan untuk petani yang membawa beras, petani yang menggiling beras pun tak lupa kita doakan, doakan nelayan yang mencari ikan di laut. Sehingga apa yang kita makan selalu di syukuri, di ikhlaskan dan di seimbangkan.

 

“Jika manusia gemar berbagi maka energi positif itu akan terus muncul dan berputar disekeliling kita sehingga kita  melakukan hal itu terus menerus. karena disitu ada hukum kekekalan energi yang terus berputar”, tutup Ketua Umum DPP Bapera tersebut.

 

Apa yang diceritakan oleh Fahd El Fouz A Rafiq diatas adalah Ilmu Hikmah yang bisa kita renungkan, pertimbangkan dan dilakukan dalam kehidupan sehari hari. Semakin banyak energi positif yang kita keluarkan tiap harinya maka kehidupan kita akan menjadi seimbang dan selamat.

 

Penulis: ASW