Fahd A Rafiq : Dorong dan Perkuat Pemerintah Indonesia  Tuan Rumah Piala Dunia 2034 bersama Australia

Jakarta– Masyarakat Indonesia pasti setuju jika gelaran Piala Dunia dilangsungkan di bumi Nusantara, bisa menjadi negara Asia Tenggara pertama yang mengadakan Piala Dunia (World Cup).

Perlu diketahui bersama, sepak bola adalah olah raga paling populer di dunia dan sangat di gandrungi masyarakat Indonesia. Indonesia yang dahulu bernama Hindia – Belanda adalah negara pertama dari Benua Asia yang ikut Piala dunia tahun 1938 di Francis yang dahulu masing menggunakan sistem gugur.

 

<span;>Q: Who were the first team from Asia to appear at a #WorldCup?????A: The Dutch East Indies, known now as ????????Indonesia (@pssi__fai), reached the 1938 finals in ????????France #TBT ????️ ????https://t.co/wlRphQQa95 pic.twitter.com/K2T3u4Zn9w

— FIFA World Cup (@FIFAWorldCup) January 26, 2018

Jika dilihat dari tabel tuan rumah Piala Dunia (World Cup) dari beberapa tahun sebelumnya untuk mewakili benuanya masing – masing kita menengok dari tahun  2002 di Korsel – Jepang (Asia), 2006 Jerman (Eropa), Afsel  (Afrika) 2010, Brasil (Amerika) 2014, Rusia (Eropa) 2018, Qatar (Asia) 2022, Kanada, USA, Meksiko (Amerika) 2026, sementara untuk pencalonan tuan rumah Piala Dunia tahun 2030 ada beberapa calon diantaranya Uruguay – Argentina – Paraguay ( calon terkuat dengan tema 100 tahun Piala Dunia pertama kali di gelar di Uruguay), Maroko ( Gagal menjadi tuan rumah pada 2026), Bulgaria, Serbia, Yunani, dan Rumania ( Konsep Eropa Timur), Inggris Raya – Irlandia, China, Jepang, Korsel – Korut (konsep untuk perdamaian dunia).

Fahd A Rafiq (Ketua Umum DPP BAPERA) mengatakan, “Kita Akan Mendorong pemerintah dan perkuat Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 bersama Australia.  Jadi Indonesia – Australia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034 karena hal tersebut telah di restui Bapak Presiden Joko Widodo pada 2017 (Sumber Kompas 25/9/17).  berita itu kembali menguat pada 2019 dan 2021.

Kabid Ormas DPP Partai Golkar ini juga “Mendorong Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade pada tahun 2036 setelah kita gagal membidik Olimpiade tahun 2032. Olah raga level tertinggi Internasional ini diadakan sejak tahun 1896 di Yunani yang hingga hari ini Indonesia belum pernah menjadi tuan rumah dalam event olah raga terbesar di Planet Bumi tersebut”, pungkasnya.

Pria 38 tahun  yang pernah memimpin DPP KNPI menyarankan “Indonesia mengikuti jejak  Arab Saudi yang  sudah mengadakan Final Piala super Italia 2 kali karena kedekatan hubungan bilateral kedua negara ini. Maka tidak ada salahnya Indonesia menjadi tuan rumah Final Piala Super Spanyol atau Community Shield (Juara  Premier League dan FA cup) di Indonesia.

Mengapa Harus Inggris dan Spanyol? Karena dua liga inilah yang saat ini paling kompetitif di Dunia. Terbukti dalam 10 tahun terakhir tim dari Inggris dan Spanyol lah mendominasi juara liga Champions Eropa. Semi Final liga Champions musim ini pun Inggris dan Spanyol masing masing mengutus 2 tim.

Beliau menegaskan, hal tersebut bertujuan untuk menggairahkan sepak bola Indonesia yang hari ini masih terus berbenah untuk mencapai prestasi di level Internasional, harus ada pecut semangat agar Indonesia kembali bangun dari tidur panjangnya, ungkapnya di Jakarta pada Sabtu, (23/3)

“Saya juga mengapresiasi pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo yang sukses menggelar moto GP beberapa bulan lalu dan 11 – 13 November 2022 Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah WSBK (World Superbike) di sirkuit Mandalika Lombok NTB”, tutup putra Pedangdut kondang Arafiq.

Penulis: ASW