Fahd A Rafiq Sang Pendekar Fakir Miskin

Fahd A Rafiq Sang Pendekar Fakir Miskin

 

 

Ketika saya berani konsisten jalankan  shalat 5 waktu, Resikonya saya harus berani memihak pada fakir miskin dan mengambil pilihan hidup tersebut untuk meramaikan perintah Allah SWT seperti membela korban yang terzalimi.

 

Fahd El Fouz A Rafiq

(Ketua Umum DPP Bapera)

 

Jakarta – Mengutip diksi dari Ali bin Abi Thalib RA ada dua hal yang menentukan kualitas seseorang yaitu kesabaranmu ketika tidak memiliki apapun, dan sikapmu ketika memiliki segalanya, kalimat tersebut menjadi pembuka pada sebuah narasi hari ini,  kita harus menjadi pahlawan orang miskin dimanapun dan kapanpun sesuai kadar dan kemampuan kita, ucap Fahd El fouz A Rafiq di Kantor DPP Bapera, Karet bivak, Tanah Abang, Jakarta pada, Senin, (21/11).

 

Ketua Umum DPP Bapera ini melanjutkan, “ulasan dari salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yaitu Perhatikan pikiranmu karena dia akan menjadi kata kata mu, perhatikan kata katamu karena dia kan menjadi tindakanmu, perhatikan tindakanmu karena dia akan menjadi kebiasaanmu, perhatikan tindakanmu karena dia akan membentuk karaktermu, perhatikan karaktermu karena dia akan menentukan nasibmu, ungkapnya dalam satu rapat internal”, ugkapnya.

 

Mantan Ketum PP AMPG yang saat ini telah memiliki dua rumah sakit aktif di Depok, Jawa Barat  dikhususkan untuk para fakir miskin yang ingin berobat dan seringnya kesulitan akses ketika masuk kerumah sakit lain, akan tetapi di rumah sakit Citra A Rafiq semua dipermudah. Sekali lagi ini bukan perilaku riya, akan tetapi memang keyakinan saya mengharuskan hal itu. Dan saya konsisten menjalankan hal tersebut.

 

Bukan pemandangan biasa ketika para Fakir miskin berobat walaupun sudah memiliki BPJS masih kesulitan untuk berobat, khususnya di rumah sakit negeri yang sering mendapat keluhan dari masyarakat soal pelayanan apalagi pasien gawat darurat disinilah hati saya terbuka. Bayangkan jika itu menimpa diri saya, keluarga saya, pasti batin ini akan menjerit. Disini kita bertaruh yang lebih besar yaitu soal nyawa manusia. karena nyawa manusia khususnya orang orang yang dicintai tidak bisa sandingkan dengan benda apapun.

 

Disinilah pertaruhannya, bayangkan jika korban gawat darurat seperti korban tabrakan, serangan jantung, jika tidak cepat cepat ditolong maka nyawa taruhannya. Disinilah letak nilai kemanusiaannya. Sekali lagi saya hanya meluruskan niat untuk menolong kepada orang yang sangat membutuhkan dengan cara saya, kadar dan kemampuan. Inilah yang bisa saya berikan khususnya untuk masyarakat Depok dan sekitarnya.

 

Mantan Ketum DPP KNPI ini menjabarkan, Membela fakir miskin berarti melanjutkan tugas Rasulullah dalam upaya membuang beban penderitaan dan belenggu kemiskinan yang melanda mereka. Rasulullah bersabda, “Kamu ditolong dan diberi rizqi karena bantuan orang-orang lemah diantara kamu.” (Ash Habussunan). Dan kepada istrinya, beliau berpesan , “Wahai Aisyah, cintailah orang miskin dan akrablah dengan mereka agar Allah-pun akrab dengan engkau pada hari kiamat.” (Al-Hakim). Kepada umatnya, beliau berwasiat, “Segala sesuatu ada kuncinya, dan kunci surga adalah mencintai orang-orang miskin.” (HR. Darul Qutni dan Ibnu Hibban).

 

Disisi lain Fahd juga memberikan kita sebuah pembelajaran soal apa yang dimainkan dalam “media propaganda” khususnya frasa Kaya dan Miskin yang dilakukan sangat terencana oleh master planer. Dalam teori dasar propaganda adalah dengan membenturkan dua perbedaan. Karena otak manusia selalu memiliki 1 tempat di satu masa, yang lainnya data mengantri.

Apakah data tersebut sudah masuk dalam pikiran sebagian sahabat. Misalnya di benturkan, kaya miskin, di benturkan antara islam Kristen, di benturkan antara china islam, di benturkan antara penguasa dan rakyat tertindas.

 

Yang tersering dimainkan adalah antara penguasa dan rakyat tertindas jika dimasyarakat umum yang sering menjadi pembicaraan yaitu si Kaya dan si Miskin. Ok, kalau ada sahabat yang mulai berkerut kening saya faham sekali. Ini adalah propaganda, di benturkan antara ke zoliman kekuasaan dengan korbannya. Semuanya tujuannya satu, menarik simpati. (teknik Fascinate dalam teori pikiran) dan selanjutnya adalah menggunakan kalimat generalisir, jadi siapa yang diuntungkan? Yang diuntungkan adalah yang punya kepentingan, tutur fahd.

 

Ketidaksetaraan ekonomi melahirkan ketidaksetaraan dalam banyak hal yang berefek pada politik, hukum sampai kasus criminal kecil seperti pencurian, begal, dll semua terjadi karena persoalan perut. Maka dari itu saya mengajak kepada sahabat semua untuk selalu berbuat baik kepada orang sekitarnya menurut ukuran dan kadarnya.

 

Kita ini bangsa manusia dari bapak dan ibu yang sama yaitu Adam dan Hawa. “Perumpamaan sesama dalam jalinan kasih sayang, kecintaan dan kesetiakawanan sama seperti satu tubuh. Bila salah satu badannya terkena sakit, maka seluruh anggota tubuh lainnya menunjukan simpati dengan berjaga semalaman dan menanggung panas karena demam, tutup Ketua Bidang Ormas DPP Partai Gokar.

 

Penulis: ASW