Bapera

Fahd A Rafiq : Sebelum Jadi Pengusaha Harus Paham Identify Value dan Chain of Production

Part 2

Ilmu mahal dalam Bisnis rugi jika diabaikan.

Jakarta – Bapera.or.id – Pengusaha itu bukan pedagang dan juga bukan penjual, jualan itu merupakan salah satu dari puluhan hal yang dikerjakan oleh pengusaha. Semua pengusaha itu bisa jualan tapi tidak semua penjual jadi pengusaha, ucap Fahd El Fouz A Rafiq di Jakarta, Pada Kamis, (15/9).

Ketua Umum DPP Bapera mengatakan, kesalahan tersering dalam dunia bisnis adalah salahnya melihat level bisnis kita dan juga salahnya pendana  dalam melihat bisnis kita. Sekedar mengingatkan kunci suksesnya adalah cara mendeliver usaha kita di mata funder. Ingat bank itu hanya suka di level strata 2 dan 3, ucapnya.

Pengusaha muda ini menambahkan, Pada dunia bisnis yang paling banyak yaitu perlunya  modal dan itu ada di periode Inkubator. Karena periode inkubator ini posisinya adalah krusial maka, kita bedah lebih mendalam supaya benar dalam menerapkan “VALUE” USAHA kita.

Dalam ilmu Manajemen klasik kita harus menentukan visi misi sebelum usaha dimulai. Ini ada benarnya. Sayangnya ngak banyak orang yang memulai dari sini atau mengerti, sekali lagi bukan untuk menakut nakuti atau membuat bisnis kok susah banget.

Mantan Ketum PP AMPG ini menjelaskan singkat tentang Identify Value, penentuan nilai (“Value”) inilah yang membuat Wright brothers membuat pesawat terbang,  Steve job dan Wozniak membangun Apple  serta Mark Zuckerberg membangun Facebook. jadi kunci utama sebelum ke Inkubator adalah Identify Value (Menentukan Nilai), yaitu nilai bisnis, anda, pasar dan perusahaan. Yang jadi pertanyaan Bisakah calon pebisnis atau yang sudah menjalankan usahanya  menentukan nilai tadi, jadi itu mudah hanya menentukan nilai.

Selanjutnya Setelah mengidentifikasi nilai dilakukan 3 hal baru  yang dikenal dalam dunia manajemen dinamakan 3S yaitu Strategic, Structur dan Sistem dilakukan. Saya akan jelaskan se sederhana mungkin. Saya tahu jadi pengusaha itu sulit, matrik berfikirnya banyak, multi tasking job, jadi memang harus selalu  bersemangat, tuturnya.

Mantan Ketum DPP KNPI ini menegaskan, “Pengusaha itu bukan pedagang dan juga bukan penjual. Jualan itu merupakan salah satu dari puluhan hal yang dikerjakan oleh pengusaha. Semua pengusaha itu bisa jualan tapi tidak semua penjual jadi pengusaha”. Trading atau jualan barang orang lain yang anda jual seperti toko kelontong, warung rokok, penjual asuransi, sales property, MLM itu adalah dasar dari pengusaha. Semua pengusaha harus bisa melakukan yang namanya jualan.

Menjadi pengusaha adalah lompatan spiritual bisa 5 -6 kali lebih rumit dari berdagang. Besarnya sebuah bangsa adalah sektor pengusaha swastanya yang menentukan serta mampu menghidupkan para sales, mengaji para akuntan, legal. pajak memutar ekonomi dengan chain of production. Jadi semakin panjang chain of production semakin besar revenue sales perusahaan dan semakin rumit organisasi bisnisnya. Ok kita belum masuk ke chain of production.

Rantai produksi adalah awalan starter Incubator, biasanya rantai produksinya pendek hanya 3 – 5 step sudah langsung dagang. Contoh anda adalah seorang trainer mata rantai produksinya hanya jualan proposal ke perusahaan. Modal bawa diri buat presentasi masa lalu dan proposal latihan yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.

Ketika purchase order keluar anda menyiapkan materi, makalah lalu mengajar dan menagih. Semakin tinggi harga perusahaan semakin menuntut jasa anda lebih banyak. Contohnya diawal ada pre test diakhir ada post test. Ada laporan setiap sesinya dengan cuplikan video pelatihan, dari anda ditambah coaching setelah training dalam 3 bulan. Setelah itu ada review dan hasil dari pelatihan tersebut ada Growth di penjualan serta ada “Behaviour Changing” di manajemen.

Kesimpulannya rantai pelatihan menjadi panjang dan ini membedakan satu usaha pelatihan dengan satu usaha pelatihan lainnya. Dimana yang diajarkan mungkin sama namun bungkusan Chain of Productionnya panjang yang akan semakin mahal harga jualnya dan rumit organisasinya. Maka perusahaan yang panjang dan rumit tadi lebih banyak clientnya karena lebih dibutuhkan oleh para pengusaha yang ingin perusahaannya dilatih oleh mereka dan menghandle panjangnya rantai produks. Jadi di setiap lini itu ada ilmunya sendiri sendiri.

Jadi kembali ke 3 S (strategic, struktur dan system ) chain of production adalah sistem, jadi siapa yang menentukan sistem ? Yaitu struktur usaha yang ditentukan oleh strategi bisnis setelah menemukan Value. Banyakkah yang memulai usaha dari menentukan struktur ? Ya pasti Ada, adakah yang memulai dari strategi pasar ? Ada juga, adakah yang fokus di barang produksi? Jawabnya ada. Ini semua nantinya menentukan ketahanan bisnis anda. Mengapa bisnis 1 tahun bubar, padahal produksinya bagus, pasarnya besar. Bisa terjawab sekarang ketika pemahaman perusahaannya mulai masuk. Nah rumit ya jadi pengusaha, masih minat ? Mau ditambah kerumitan yang lain ?

Identify VALUE kok panjang ya, karena kita harus pakai Story Telling dan materinya lumayan berat. Yang penting kita hari ini sudah membahas Chain of Production, tutup Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar.

ASW

Logo Bapera
Menguatkan jati diri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).