Fahd A Rafiq: Siapkah Indonesia Memasuki New Era of Geopolitik Dunia

Jakarta – Satu hal yang publik Indonesia mesti tahu, Fahd El Fouz A Rafiq (Ketua Umum DPP Barisan Pemuda Nusantara) dalam senyapnya memiliki pengetahuan yang luar biasa akan geopolitik dunia Internasional, sebagai seorang pemimpin pastinya beliau paham akan pengetahuan yang mumpuni soal politik nasional dan luar negeri. Pria berusia 38 tahun ini tidak pernah lelah untuk belajar dari para pengamat dengan analisa dan data yang akurat.

 

Sejak 20 hari terakhir mata dunia fokus pada Invasi Rusia – Ukraina yang mana seluruh mata tertuju pada perang tersebut. Seluruh Media Internasional dan nasional membahas perang mengerikan ini. Yang jadi pertanyaan apa dampak perang  Rusia – Ukraina bagi Indonesia?

Tulisan ini pastinya akan lebih panjang dari sebelumnya, karena ini bukan hanya membahas satu negara saja akan tetapi perang ini melibatkan banyak negara dan yang terpenting adalah efek nya yang mampu mengguncang Ekonomi dan tatanan dunia kedepan.

Banyak pengamat dan pemberitaan media mengatakan, Akan terjadi perang dunia ke -3 yang dimulai dari Ukraina, ada kabar bahwa beberapa mahasiswa India, Amerika dan beberapa negara Mahasiswanya meninggal akibat serangan udara di Ukraina yang sudah menginjak dua puluh hari. Begitu juga gedung konsulat Slovenia, di karkiev kena bom. Dan hal yang mengejutkan terjadi, Presiden Ukraina Zelensky mengizinkan Foreign Fighter bisa diartikan pejuang dari negara lain yang sejauh ini adalah pihak swasta, namun kehadiran pihak swasta di negara asing non ukraina ini pertanda menyeret bangsa lain berperang di Ukraina.

Kemudian Rusia menyerang dan menguasai pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dan hal ini bisa membahayakan Benua Eropa. Banyak negara Eropa dan sekitar Ukraina jika kepentingan negaranya terancam (Nation Interest) negara tersebut terganggu atau ada rakyatnya yang menjadi korban perang, untuk menunjukkan kedaulatan atau Soverignity bangsa dan negaranya, kemungkinan besar akan ada tindakan balasan. Mereka saat ini menjadi waspada dan siap membalas demi menegakkan kedaulatan dan bangsanya tersebut.

NATO mulai mengumpulkan tentaranya di Eropa Timur khususnya di Polandia, dunia menjadi waspada. Ketika Presiden Perancis Emanuel Macron  berbicara 90 menit dengan putih Minggu lalu, dalam dialog tersebut Macron mengatakan “Perancis tidak berperang dengan Rusia, Bagi pengamat setidaknya kata-kata tersebut adalah belum, Di sisi Rusia dengan jelas Putin mengatakan Rusia menginginkan seluruh Ukraina, di mana setelah dialog 90 menit ini dilakukan Macron menjelaskan kepada media “the worst is yet to come”, artinya  peristiwa terburuk sebentar lagi akan terjadi. Yang jadi pertanyaan seperti apa yang dimaksud dengan situasi buruk yang akan , akankah meluas ke seluruh Eropa, akankah konflik militer ini melebar ke seluruh dunia?.

 

Saat ini sesungguhnya dunia sedang menghadapi Multiple War di banyak wilayah, banyak konflik dan banyak ketegangan di banyak belahan dunia, misalnya di sisi Asia Indo Pacific Tiongkok berkonflik dengan Taiwan, Tiongkok juga berkonflik dengan banyak negara ASEAN yaitu Vietnam, Malaysia, Brunei dan Filipina.  Dalam masalah Nine dot Line  di laut utara Natuna Tiongkok tidak ada masalah dengan Indonesia karena Indonesia menyerah dalam nine dash line di laut utara natuna kepada Tiongkok dalam lain selain ini di laut utara Natuna tersebut kenapa karena Indonesia takut tidak ada investasi masuk ke Indonesia jadi Indonesia memilih diam dalam urusan konflik di laut Natuna Utara.

 

Berbicara perang saat ini bukan hanya Rusia dan Ukraina saja akan tetapi ada perang perang kecil yang bisa meletus karena momentum perang besar ini ,Seperti Tiongkok dan India soal dendam lama sejak tahun 1962, Tiongkok pernah menyerang perbatasan India dekat tiongkok. Konflik juga terjadi antara Iran dan Israel, kita harus mengetahui bersama Iran Aliansinya ke Rusia, Israel Aliansinya ke Amerika dan Inggris. Iran dan Amerika sejak dulu selalu konflik di teluk Hormuz. USA dengan Kuba juga perang panjang, Israel-palestina perang, Yaman selalu tegang dan perang.

 

Di sisi semenanjung Korea Korea Utara terus berkonflik dengan sekutu Amerika yaitu Korea Selatan dan Jepang  dengan Rusia rebutan kepulauan kiril di Utara Jepang, di mana Jepang baru saja klaim balik ambil dari Rusia yang membuat ketegangan baru di utara Jepang. Ditambah lagi baru saja peluru kendali India diluncurkan ke Pakistan walaupun dinyatakan salah sasaran dan India minta maaf, namun hati orang siapa tahu Pakistan bisa membalas dan menjadikan konflik militer terbaru.

 

Saat ini banyak negara yang ingin menjadi pemain global anti New World Order ingin menunjukkan kekuatan geopolitiknya, jadi sulit kita mengabaikan bahwa efek perang di Ukraina tidak membawa negara lain masuk ke dalamnya, kemungkinan ikut campur dan  masuk sangat besar. Satu hal lagi yang mengerikan jika  benar terjadi perang dunia ketiga dan pasti menyatakan perang dunia ke-3  pasti bom nuklir digunakan dan diledakkan. Saat ini ada 10 negara mempunyai senjata nuklir di tangannya Amerika, Rusia,  Prancis, Tiongkok, Inggris, Pakistan, India, Israel dan Korea Utara dan satu lagi yang kesepuluh adalah iran. Jika ditotal ada 13.000 hulu ledak nuklir ditangan negara negara ini. Senjata sebanyak ini cukup, bahkan lebih dari cukup untuk memusnahkan seluruh umat manusia dan membuat dunia menjadi kiamat.

Rusia sudah mengancam akan menggunakan nuklir dan membuat pasukannya siaga satu untuk menggunakan nuklir tersebut, dimana Amerika serius sekali menanggapi ancaman tersebut, sehingga ICBM (Intercontinental Rudal Balistic Missile) mulai disiagakan dan ditest agar juga siaga satu. Dunia tidak akan kuat menanggung efek perang  nuklir. Apapun cerita ini semua tidak ada yang mengetahui kemana arah perang ini sesungguhnya. Apakah ini menjadi pengawal perang dunia ke -3. Kita pun tidak ada yang tahu. Pertanyaan selanjutnya adalah, Apakah ini ujung dari Post Cold War era? Atau nantinya tidak akan terjadi perang dunia ke 3 yang melibatkan Nuklir yang melibatkan. atau juga perang dingin jilid 2.

 

Perang dingin jilid dua mungkin terjadi, penentu nya adalah Amerika, Rusia, dan sisa dunia mau berpihak ke mana. Ketiga pihak itu memilih peran selesai di Ukraina ukurannya jadi milik Rusia selesai. Tapi fakta sejauh ini adalah adanya eskalasi peningkatan kegiatan militer di Polandia ribuan orang bermigrasi ke negara tetangga Ukraina yang akan menimbulkan banyak masalah disana. Dan kita bersama-sama melihat ada seorang presiden yang menolak untuk mundur dari keputusan yang menyerang Ukraina yaitu Vladimir Putin. Semua itu tanda-tanda perang militer perang fisik jauh lebih banyak faktanya daripada akan diam dan menjadi perang dingin, satu hal yang pasti kemanapun arah dunia ini bergerak kita akan memasuki new era of Geopolitik dunia sudah siapkah Indonesia ?

 

Fahd El Fouz A Rafiq diam tapi pasti selalu belajar menganalisa politik dan luar negeri dengan orang dan para pakarnya, karena beliau paham Perang diluar negeri  berdampak sangat sistemik khususnya di Indonesia. Seperti kiita ketahui bersama Marahnya USA kepada Jepang Tahun 1945 mampu dimanfaatkan para pejuang Indonesia untuk Merdeka.