Fahd A Rafiq Turut Prihatin Terhadap Erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat, Suara Dentuman dan Batu Api Meluncur

Fahd A Rafiq Turut Prihatin Terhadap Erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat, Suara Dentuman dan Batu Api Meluncur

Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali memuntahkan material vulkanik pada Sabtu dini hari, mengejutkan warga dan petugas siaga. Suara dentuman keras dan lontaran batu api terlihat jelas dari jarak lima kilometer.

Pewarta foto ANTARA yang berada di Posko Siaga Marapi, melaporkan bahwa erupsi Gunung Marapi ini menyebabkan gemuruh dan pijaran cahaya dari lontaran batu api. Tim Siaga Marapi yang berada di masjid perkampungan sekitar lima kilometer dari puncak turut menyaksikan kejadian tersebut.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq menyampaikan sikap yang harus kita lakukan terkait memberikan bantuan dan bisa berkontribusi nyata bagi para korban yang terdampak.

“Musibah erupsi Gunung Marapi menuntut kita untuk bersatu dan memberikan bantuan sebaik mungkin kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak. Jika ada penggalangan dana kita harus ikut berkontribusi dan juga kontribusi tenaga bagi para sukarelawan untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan. Semoga kita semua diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian ini.” Ujar Fahd A Rafiq, Rabu (17/1).

Sebelum erupsi, beberapa warga telah mengungsi ke lokasi yang lebih jauh karena sering terdengar suara gemuruh yang menakutkan, meskipun Gunung Marapi belum meletus. Kejadian ini membuat dua keluarga memilih untuk mengungsi mandiri ke rumah kerabat yang berjarak lebih dari lima kilometer.

Petugas Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Purnomo, membenarkan bahwa terjadi erupsi dengan material lava pada dini hari tersebut. Meskipun kolom abu tidak teramati, erupsi Gunung Marapi ini tercatat dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 30.3 mm dan durasi sementara selama 34 detik.

“Kita sebagai manusia harus bersatu dalam menghadapi setiap musibah.” Ujar Fahd A Rafiq, Rabu (17/1).

Pada Desember 2023 hingga pagi Sabtu (13/1), PGA mencatat telah terjadi 123 letusan dan 655 hembusan dari Gunung Marapi. Saat ini, gunung tersebut berada pada Status level III (siaga), dan masyarakat dilarang memasuki wilayah radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi (kawah Verbeek). Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di sekitar Gunung Marapi.