Fahd Arafiq, Inspirasi dan Tindakan Nyata

Fahd El Fouz Arafiq secara tidak langsung mengajarkan kepada kita semua khususnya akan esensi dan makna berbagi. Ajaran agama yang diakui di indonesia memerintahkan kepada pemeluknya untuk selalu berbagi kepada sesama baik itu sedekah, zakat, tabur-tuai dan sinonim kata lainnya.

Dalam Islam Peduli semua umat manusia,
Sikhisme: Memberi kebahagiaan untuk orang lain, Yahudi: “Memberi tanpa diketahui”, Kekristenan: “Melakukan hal yang mencerminkan kebaikan”,Buddha Tibet: “Kebaikan menguntungkan diri sendiri” dan Hindu : Mempunia dilakukan dengan tulus ikhlas tanpa memandang tempat kepada siapa.

Beliau buktikan secara langsung dengan perbuatan, soal tujuannya kedepan ingin menjadi apa dan bagaimana itu hanyalah bonus di dunia yang tuhan berikan kepadanya.

Saya pernah ngobrol 4 mata dengan salah satu sekjend organisasi paguyuban ikatan alumni sebuah universitas swasta di Jakarta, si A mengatakan, “dari 1000 alumni yang memiliki kelebihan harta hanya 25 orang yang memiliki ilmu berbagi diatas rata -rata”.

“Artinya apa, tidak semua orang yang tuhan titipkan harta itu bisa menjaga amanah tersebut dan malah menahannya, tapi seorang Fahd El Fouz Arafiq memahami akan titipan tuhan tersebut”, tegasnya.

Adalagi sebuah cerita langsung yang dituturkan kepada penulis, Si B mengatakan, saya ini sudah jadi anggota DPRD yang pastinya sudah lebih dari cukup tapi beliau masih memberikan THR kepada saya, Inilah kemuliaan hati beliau yang jarang dimiliki orang lain, tutur salah satu ketua Bapera provinsi tersebut.

Dua cerita akan kebaikan beliau dan kami tuturkan pada tulisan ini, Saudaranya Si C sendiri mengakui akan kemuliaan hati beliau dan saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, dan saat ini saya sedang mencontoh tindakan beliau tapi sesuai kemampuan saya seperti sedekah kepada para anak yatim/piatu, fakir miskin dan kaum dhuafa, ucap beliau.

Selain itu Fahd El Fouz Arafiq adalah seorang yang taat membayar pajak, seperti kita ketahui bersama sumber pendapatan negara terbesar saat ini berasal dari pajak untuk terus konsisten dalam membangun negara, seorang ponakan salah satu tokoh bangsa yang menjadi 50 orang terkaya di Indonesia pun mengakui akan taatnya seorang Fahd El Fouz Arafiq yang ketika itu dia meyerahkan setoran pajak bersama ketum Bapera tersebut, entah berapa jumlahnya, yang pasti dia sampai menggelengkan kepala.

Ketika Fahd mengalami Nasib yang tidak menguntungkan dirinya beliau tetap berbagi dan menanyakan via telpon, “Bang gimana kabar, ada pegangan ngak untuk anak dan istri abang, sontak si U terkejut. Padahal dalam kondisi terjepit secara psikis dan mental saat itu seorang fahd masih perhatikan rekan rekan nya, subhanallah kemuliaan hati fahd, ucap si U.

Disini kita belajar dari perjalanan hidup seorang fahd bahwa, kesuksesan hidup yang beliau raih saat ini bukan semata mata dirinya sendiri, akan tetapi ada andil keluarga, para sahabatnya, rekan rekannya yang terus mensupport dan juga doa dari lain.

Tulisan ini bukanlah sesuatu yang berlebihan, Akan tetapi ini adalah pelajaran hidup bagi kita semua akan sebuah nilai positif yang konsisten dilakukan Oleh Fahd El Fouz Arafiq. seorang pemimpin itu harus menginspirasi dengan segala kebaikannya.

Mengutip beberapa kalimat dari William Arthur Wardo, Bob Sadino dan Najwa Shihab tiga kunci untuk hidup lebih berkelimpahan: peduli pada sesama, berani pada sesama, berbagi dengan sesama.

Pemimpin yang enggan berbagi, sama saja ingin menang sendiri. Bila egoisme tak diakhiri, pasti ditutup dengan pecah kongsi. Pemimpin besar adalah orang yang mempraktikkan apa yang diucapkannya. Mereka memberikan contoh, menciptakan iklim loyalitas dan kerja sama, dan aktif di masyarakat untuk berbagi kesuksesan mereka dengan orang- orang yang membutuhkan.

Hidup kita itu sebaiknya ibarat “bulan & matahari” dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. Diterimakasihi atau tidak, ia tetap “berbagi”.

Dari pada belajar dari kesuksesan orang lain, belajarlah dari kesalahan mereka. Sebagian besar orang yang gagal berbagi alasan kegagalan yang sama, sedangkan keberhasilan dapat dikaitkan dengan berbagai macam alasan.

Dalam salah satu pidatonya Fahd Arafiq mengatakan, dengan berbagi maka pemusuhan, kebencian ankara murka dapat diredam serta dapat mencairkan Suasana.

Penulis: ASW