Bapera

Karya Anak Bangsa Ditolak Di Negeri Sendiri, Ketum DPP Bapera: Ada Apa Ini?

Republik Ini tidak pernah kehabisan ilmuwan karena SDM kita luar biasa hebatnya. Regulasi dan sistemnya saja yang belum mengaminkan kita jadi negara maju. Terbukti dari alat terapi kanker, mobil listrik, kompor bio massa, pemadam api tercepat, teknologi 4G, pencetus  ojek online pertama di dunia semuanya dari Indonesia akan tetapi ide itu dibeli dan dibajak oleh negara lain dan kita terlihat masa bodo akan hal ini maka efeknya adalah ketertinggalan, lantas mau begini terus, sampai kapan?

Fahd El Fouz A Rafiq, Ketua Umum DPP BAPERA)

JAKARTA – Banyak karya anak bangsa yang tidak diterima oleh pejabatnya, regulasi yang herannya rakyat dan pemerintah diam saja kepada karya anak bangsanya yang tidak dihargai bahkan lebih menghargai ciptaan negara lain. Negara negara yang punya teknologi maju seperti Amerika, Tiongkok, Korsel, Jepang menggunakan teknologi dalam negerinya. Jika kita mau mengembangkan iptek, hasil produksi dalam negeri itu harus digunakan. Kalau tidak dipakai, kapan kita tahu ada kekurangannya dan tahu kualitas barang ciptaan kita,” ucap Fahd El-Fouz A Rafiq pada media ini di Jakarta, Selasa (21/2/2023).

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Barisan Pemuda Nusantara (Ketum DPP Bapera) itu mengatakan bahwa penghargaan terhadap penemu di Indonesia kurang mendapat respon positif bahkan dibuat putus asa dengan janji manis tanpa bukti, sehingga banyak putra-putri Indonesia mencari tempat untuk mendapatkan penghargaan dan dihargai oleh bangsa lain yang menghargai karya mereka.

Fahd menegaskan bahwa dalam mengisi kemerdekaaan Indonesia, maka karya anak bangsa harusnya dikedepankan, dikarenakan saat ini di dunia sedang gencarnya membangun kembali peradabannya masing-masing untuk menjadi yang terdepan dalam memberikan pengaruh di dunia global.

Fahd menceritakan anak Indonesia bernama Christopher Melanio Kusuma. Awalnya, dia ingin men-download sebuah game karena kuotanya terbatas ukurannya juga sangat besar jadi dia tidak bisa men-download. Lalu melakukan penelitian tentang data compression agar jadi kecil. Akhirnya mendapatkan insight dari penelitian tersebut, karena belum ada orang Indonesia yang melakukan itu, dan dia percaya bahwa belum ada alat yang bisa mengkompres data hingga ukuran nano pasti alat ini akan sangat berguna ke depannya.

<span;>Akhirnya, lanjut Fahd, Christopher mengikuti kompetisi tingkat daerah maupun nasional akan tetapi penemuannya ditolak sampai 11 kali. Lalu, dia melihat ada pengumuman di Google melalui media online tentang penelitian, seminggu kemudian mendapat email dari sponsor Google untuk mempresentasikan algoritma temuannya tersebut, tak disangka ternyata Google tertarik dengan penelitian anak tersebut. Akhirnya, Christopher diajak kerjasama oleh Google dalam sebuah proyek selama 6 bulan dan disana hasilnya jadilah data compressing dimana data menjadi ukuran nano.

“Singkatnya ide putra bangsa ini menjadi hak paten Amerika Serikat,” sindir Fahd.

Mantan Ketum DPP KNPI ini menambahkan bahwa kreatif itu bukan hanya soal menemukan ide baru dan brilliant, akan tetapi menyusun satu ide baru dari kumpulan ide yang sudah ada.

“Orang kreatif mampu melihat sisi dan celah kosong yang belum terisi dalam sebuah ruang dan waktu. Seperti yang dilakukan oleh Christopher yang penemuannya dihargai oleh Negeri Paman Sam dikarenakan di negerinya merasa tidak dihargai,” ungkapnya miris.

Fahd pun mengutip kisah Audrey Yu yang berasal dari Surabaya. Dia sangat jenius dan menyelesaikan pendidikan SMP dalam 1 tahun, SMA 11 Bulan dan di usia 10 tahun nilai TOEFL-nya mencapai 573 dan menjadi rekor termuda di Indonesia.

Lalu, lanjut Fahd, pada usia 11 tahun Audrey Yu hafal kamus Bahasa Inggris setebal 650 halaman  dan ketika usia 13 tahun tidak ada satupun universitas di Indonesia yang mau menerimanya karena dianggap masih terlalu kecil. Akhirnya dia ke Amerika Serikat dan menjadi rebutan banyak kampus ternama di sana. Audrey memilih Universitas Virginia bidang ilmu fisika.

Ketika kuliah hanya menyelesaikan pendidikannya selama 2 tahun dengan nilai sempurna. Ssekarang mengajar di Tiongkok buat pelajar disana yang ingin melanjutkan studi di Amerika Serikat. Dan lagi-lagi SDM kita yang tangguh ini diambil oleh Tiongkok,” sindirnya.

“Percaya atau tidak, jaringan 4G LTE yang saat ini digunakan di seluruh dunia adalah temuan dari orang Indonesia bernama Eng Khoirul Anwar yang saat ini dikenal publik global sebagai pemilik paten teknologi broadband yang menjadi standar internasional itu dan juga  pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM Orthogonal Frequency Division Multiplexing,” imbuh Fahd.

Bahkan, lanjut Fahd, teknologi yang sedang dikembangkan saat ini adalah teknologi mobil listrik. Ricky Elson seorang pakar mesin menciptakan mobil sport Selo yang menggunakan tenaga listrik, sayangnya mobil ini tidak lolos uji emisi. Kok bisa mobil listrik nggak lolos uji emisi emang ada asapnya. Akhirnya Malaysia yang meminang mobil sport tersebut untuk diproduksi massal,” tandasnya.

Ada lagi, lanjut Fahd, sook Warsito Taruno yang menciptakan alat canggih di bidang kesehatan untuk terapi kanker (ECCT). Alatnya berfungsi untuk membunuh sel kanker dengan basis energi yang rendah. Akhirnya alat ciptaanya dipesan oleh Jepang.

Bahkan, penemu ide ojek online di dunia adalah Arman Chasan yang dia pelopori sejak tahun 2008 dan saat itu caranya konvensional dengan menggunakan media blogger, sms dan telpon lalu dalam prosesnya muncul Uber pada tahun 2009 yang didirikan di San Francisco lalu kemudian barulah Gojek berdiri tahun 2010 oleh Bapak Nadiem Makariem sebagai pengembang ojek online.

“Hingga hari ini Arman Chasan belum mendapatkan apresiasi dari pemerintah Indonesia akan ide briliant-nya menemukan ojek online yang kemudian dikembangkan oleh banyak perusahaan transportasi online di banyak negara ini,” ucap putra penyanyi dangdut terkenal A Rafiq itu.

Mantan Ketum Gema MKGR ini menyarankan agar pemerintah lebih memperhatikan karya-karya anak bangsa agar SDM yang tangguh tersebut  tidak direbut oleh negara lain.

“Kalau hal ini terus dibiarkan maka Indonesia akan terus tertinggal. Kita harus segera bertindak agar dapat mengejar ketertinggalan,” pungkas Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar itu.

ASW

Logo Bapera
Menguatkan jati diri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).