Bapera

Ketum DPP BAPERA : Bangsa yang Hobi Berperang itu ya Kaukasian (Bule)

“Jadi kita harus belajar dari apa yang sepuh nenek moyang kita lakukan. Ada 2 peristiwa besar yang menyatukan Nusantara. Pertama oleh Majapahit yang tanpa perang bisa satukan Nusantara yang kedua adalah kontribusi Wali Songo di Nusantara yang juga tanpa perang, mengajarkan spiritual dan kita menjadi bangsa yang mengenal tuhan”, Tutup Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar

Jakarta, Bapera.or.id  – Saling menaklukan antara satu bangsa dengan bangsa lain menjadi cerita sejarah dari masa ke masa dan hingga detik ini sejak Februari tahun 2022 Rusia masih menginvasi Ukraina dan masih menjadi perbicangan publik dunia, tutur Fahd El Fouz A Rafiq pada Jum’at (9/9).

Ketua Umum DPP Bapera Mengatakan, Sejarah tentang perang besar yang melibatkan orang bertempur sejak zaman peradaban manusia yaitu sejak 2500 tahun SM hingga saat ini ketika di akumulasi hanya wilayah tertentu yang memang Hoby nya perang, ucapnya.

Mantan Ketum PP AMPG ini menambahkan, “Ketika disimpulkan memang kehidupan alamnya keras, ketika kebutuhan akan makanan tempat tinggal dan wilayah tersebut terganggu, perang pasti terjadi. Bangsa dan wilayah yang paling banyak perang adalah Eropa. Jika diakumulasi ada 5000 perang lebih selama lebih dari 4500 tahun dan 65% perang itu ada diwilayah Eropa dan ada unsur eropanya diwilayah lain diseluruh dunia”, tuturnya.

Mantan Ketum DPP KNPI ini menjabarkan, “Wilayah Tiongkok (Asia Timur), Asia Barat dan Persia nomor 2 terbanyak sekitar 28%, sisanya menyebar Rata (Afrika, Asia Tenggara, Amerika Latin). Anehnya perang besar diwilayah Amerika hanya beberapa kali saja, terbesar perang saudara di Amerika Utara.

Kemudian ada 50 perang yang melibatkan Amerika diseluruh Dunia dalam 100 tahun terakhir di wilayah orang lain. Siapa negara top 4 berperang di wilayahnya atau ikut berperang ditempat lain atau menyerbu? Rangking Pertama Prancis, rangking dua Inggris, rangking 3 adalah wilayah Nordic sampai Rusia dan no 4 adalah wilayah Jazirah Arabia – Persia. Jadi mulai kebayang, apa yang terjadi di dunia ini dalam 4500 tahun sejak adanya peradaban hingga saat ini dalam urusan perang.

Secara warna kulit yang Hoby perang adalah itu kaum Kaukasian (Bule), ternyata wilayah 4 musim membuat mereka buas, walau dikatakan mereka sepertinya pintar Akademi dan Bangsa dengan Manner atau aturan bersosial.

Mantan Ketum Gema MKGR menegaskan, “Bahkan sepertinya karena kekuasaan agama dibanyak wilayah tersebut penguasa tertinggi adalah para clergy atau Agamawan tidak juga mengurangi perang. Jadi ketika suatu wilayah menjadi pintar, manner dan kesannya beragama, ternyata perang tetap saja dilakukan,”.

Jadi, Apa peluang kita bagi bangsa Indonesia, dimana kita termasuk bangsa yang paling sedikit perangnya. Yang paling banyak diwilayah Nusantara adalah perang kecil dibeberapa wilayah kerajaan tua seperti Salaka Domas, Kutai hingga kerajaan kerajaan yang menyebar. Dan saat ini ada tersisa 70 kesultanan. Bahkan dalam catatan sejarah Indonesia kerajaan tersebut cepat sekali berganti, bahkan ada yang kurang dari 10 tahun. Sudah hilang.

Lalu bagaimana cara bangsa Indonesia menjadi besar kedepannya. Mempunyai peradaban dan pengendali dunia. Jadi kita harus belajar dari apa yang sepuh nenek moyang kita lakukan. Ada 2 peristiwa besar yang menyatukan Nusantara. Pertama oleh Majapahit yang tanpa perang bisa satukan Nusantara yang kedua adalah kontribusi wali songo di Nusantara yang juga tanpa perang, mengajarkan spiritual dan kita menjadi bangsa yang mengenal tuhan.

Perang bukan budaya Nusantara, namun tetap menjadikan Nusantara bangsa penakluk penentu kendali dunia, tutup Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar.

 

Asw

Logo Bapera
Menguatkan jati diri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).