Ketum DPP BAPERA: Berpolitik itu Harus Kedepankan Hati dan Berbudi Luhur untuk Indonesia Raya (Besar)  

 

 

“Menjelang pemilu 2024  aroma persaingan sudah terasa dan  terpampang jelas, maka dari itu diharapkan para kontestan politik yang akan berkompetisi  pada 2024 baik itu Legislatif maupun Eksekutif lebih memaknai, meresapi dan menangkap pesan,  Berpolitik itu Harus Kedepankan Hati dan Berbudi Luhur untuk Indonesia Raya (Besar) karena hal tersebut telah tercantum pada lirik lagu Indonesia Raya”, tutup Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar.

 

 

Jakarta – Fahd A Rafiq  adalah putra dari seorang musisi kondang ternama Indonesia yaitu Almarhum A Rafiq yang mana beliau adalah seorang pencipta lagu, seniman, artis era 80-90 an.  Dalam menulis sebuah lirik lagu biasanya  menggunakan hati, imajinasi yang di rasakan oleh sang pembuat lirik.

Begitu juga lagu Indonesia raya, yang ditulis oleh Wage Rudolf Supratman dan akhirnya di koreksi kembali oleh Soekarno, seperti diketahui Soekarno adalah pencinta seni. Dari seni lukis, patung hingga musik, makanya jangan heran diawal awal kemerdekaan banyak patung dan lukisan karya arsitektur akan kentalnya jiwa seni seorang Soekarno.

Fahd A Rafiq memiliki darah seni dari sang Ayah, dimana dalam menerjemahkan lagu Indonesia raya harus secara utuh yaitu tiga Stanza, karena itulah pandangan, rasa dan hati kondisi bangsa Indonesia saat itu yang menerawang jauh dan akhirnya terciptalah sebuah lagu kebangsaan Indonesia dengan 3 Stanza yang lengkap.

Ketua Umum DPP Bapera mengatakan, ”lagu Indonesia raya tiga stanza yang saya terjemahkan dan tafsirkan secara lengkap ini agar bisa dimaknai dan diresapi bersama. Perlu di ketahui Bersama bahwa lagu Indonesia banyak menggunakan MAJAS PERSONIFIKASI (benda disamakan dengan orang) dan HIPERBOLA( Gaya Bahasa melebihkan)  sehingga ketika kita menyanyikan lagu Indonesia Raya agar paham arti, makna serta pesan mendalam yang ada di lagu kebangsaan rakyat Indonesia, ucapnya di Jakarta pada Rabu, (9/11)

Stanza pertama, Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku, Di sanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku. Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan tanah airku, Marilah kita berseru, Indonesia bersatu.Hiduplah tanahku, Hiduplah neg’riku, Bangsaku, Rakyatku, semuanya, Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya, Untuk Indonesia Raya.

Pada stanza pertama juga mengalami sedikit perubahan, berfokus pada lirik yg awalnya “bangunlah badannya, bangunlah jiwanya” di ganti menjadi “bangunlah jiwanya, bangunla badannya”. Hal ini diusulkan oleh Soekarno yang berpendapat bahwa “tak akan bangun raga seseorang jika jiwanya tidak terlebih dahulu bangun, hanya seorang budak yang badannya bangkit namun jwanya tidak”

Jadi, Stanza pertama itu adalah masa perjuangan sebelum kemerdekaan, jika ditafsirkan tanah tumpah darahku dari sinilah bangsa Indonesia mengorbankan jiwa dan raganya atau pejuang sebelum kemerdekaan, ya masa masa kakek buyut kita menderita dan berjuang. Berapa banyak nyawa yang bertumbangan untuk memperjuangkan satu kata yaitu MERDEKA.  

Dari situlah lahir Sumpah Pemuda 1928 yang pasti kita sudah tahu isinya mengayomi dan berjanji pekik seruan untuk Bersatu kembali menghidupkan tanahnya, negrinya ,Bangsanya, Rakyatnya, semuanya dan membangun kembali jiwanya, badannya, Untuk Indonesia Raya. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) Raya artinya Besar. Jadi di ujung stanza pertama ada dua kata yaitu untuk Indonesia Raya atau Indonesia besar yang kembali membangun seperti Nusantara dimasa lampau yang memang sangat dikenal dizamannya.

Pada Stanza kedua pada lagu Indonesia Raya liriknya yaitu Indonesia tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya, Di sanalah aku berdiri, Untuk s’lama-lamanya. Indonesia, tanah pusaka, P’saka kita semuanya, Marilah kita mendoa, Indonesia bahagia. Suburlah tanahnya, Suburlah jiwanya, Bangsanya, Rakyatnya, semuanya, Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya, Untuk Indonesia Raya.

Indonesia itu tanah yang dimuliakan tuhan yang maha esa diberikan kekayaan alam melebihi bangsa dan negara lain. Baik yang diatas permukaan tanah, di dalam tanah maupun yang ada dilaut dan kita harus berdiri di tanah ini untuk selama lamanya. Indonesia ini tanah pusaka peninggalan leluhur. warisan yang harus kita jaga keberadaannya dan kita berdoa agar bangsa, rakyat Indonesia menjadi Bahagia.

Jika, pada stanza pertama masih dalam tahap membangun. Bangunlah jiwanya dan badannya. Pada stanza kedua setelah tahapan membangun agar Indonesia yang dikarunia tanah yang subur. Subur jiwanya, Bangsanya, Rakyatnya, semuanya. Seperti kita ketahui Indonesia negeri agraris maka kata subur yang digunakan dalam pertanian menular ke jiwa (individunya), bangsa dan rakyatnya.

4 kata  sadarlah hatinnya, sadarlah budinya. Jika hatinya (qolbunya) sudah sadar otomatis tingkah laku yang berbudi luhur untuk menyempurnakan tujuan semakin dekat untuk menggapai Indonesia Raya (Besar).

Pada Stanza ketiga isinya Indonesia, tanah yang suci, Tanah kita yang sakti, Di sanalah aku berdiri, N’jaga ibu sejati. Indonesia, tanah berseri, Tanah yang aku sayangi, Marilah kita berjanji, Indonesia abadi. S’lamatlah rakyatnya, S’lamatlah putranya, Pulaunya, lautnya, semuanya, Majulah Neg’rinya, Majulah pandunya, Untuk Indonesia Raya.

Indonesia itu tanah yang suci, kok tanah suci ya, bukannya tanah suci itu Makkah, yerussalem, Taman di Lumbini, Nepal,  Badrinath, India. dan lain lain. Maksud  kata suci yang lebih sering dipakai keagamaan (KKB) dan Semua Agama besar dunia ada di Indonesia, jika ingin menerjemahkan isi pikiran sang penulis lagu kata suci disini digunakan untuk orang Indonesia yang mensucikan tanah airnya.

Indonesia tanah yang sakti, mampu (kuasa) berbuat sesuatu yang melampaui kodrat alam (KKB). Disini banyak benda benda pusaka kerajaan, benda benda peninggalan wali songo, dan lahirnya banyak pendekar sakti di Bumi Nusantara.

Di sanalah aku berdiri jaga Ibu Sejati. Aku berdiri digarda garis terdepan menjaga tanah air Indonesia, sejati itu tulen. Mengapa kata ibu diabadikan pada lagu Indonesia raya bukan BAPAK? , karena Ibu lah kita melahirkan kita ke alam dunia, merawat, membesarkan kita dan guru pertama seorang anak. dalam Al Qur’an sosok ibu ditulis tiga kali ummi, ummi, ummi. Dan ingat surga dibawah telapak kaki ibu, Banggalah yang jadi sosok IBU karena sosoknya di abadikan pada lagu Indonesia raya.

 

Indonesia tanah berseri, tanah yang aku sayangi:  Indonesia tanah yang bercahaya, mulia, syarat akan keindahan kita wajib mencintai tanah air.

Marilah kita berjanji Indonesia Abadi: kita harus berjanji baik di hati maupun ucapan agar Indonesia tetap ada sampai Hari Kiamat. Seperti kita ketahui bersama berapa banyak negara dan bangsa yang berdiri pada akhirnya bubar seperti Yugoslavia, Uni Sovyet, dan banyak lagi maka dari itu kita wajib berjanji negeri yang dahulu bernama Nusantara Abadi sampai kehidupan di alam dunia ini tiada.

 

S’lamatlah rakyatnya, S’lamatlah putranya, Pulaunya, lautnya, semuanya. Doa selamat sudah tercantum di dalam lagu Indonesia raya: artinya DOA para pejuang kita terdahulu agar rakyat, putera Puteri, pulaunya dan lautnya selamat baik itu ancaman dari dalam maupun dari luar negeri. Seperti kita ketahui bersama banyak pulau pulau di Indonesia yang hari ini di rampok asing dan diklaim oleh negara lain.

Majulah Neg’rinya, Majulah pandunya,Untuk Indonesia Raya: negeri ini sudah di doktrin untuk menjadi negara maju sebagai penunjuk jalan untuk Indonesia besar (Raya) seperti era ke emasan NUSANTARA,

“Menjelang pemilu 2024  aroma persaingan sudah terasa dan telah terpampang jelas, maka dari itu diharapkan para kontestan politik yang akan berkompetisi  pada 2024 baik itu Legislatif maupun Eksekutif lebih memaknai, meresapi dan menangkap pesan,  Berpolitik itu Harus Kedepankan Hati dan Berbudi Luhur untuk Indonesia Raya (Besar) karena hal tersebut telah tercantum pada lirik lagu Indonesia Raya”, tutup Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar.

 

Penulis: ASW