Ratusan Tentara Amerika Tiba di Surabaya, Fahd A Rafiq : Tingkatkan Latihan Bersama TNI-Super Garuda Shield 2023

Ratusan Tentara Amerika Tiba di Surabaya, Fahd A Rafiq : Tingkatkan Latihan Bersama TNI-Super Garuda Shield 2023

Sebanyak 238 prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat tiba di Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal), Juanda, Surabaya, Jumat (25/8/2023) kemarin. Dengan menggunakan pesawat komersial Atlas Air.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq, menyampaikan para tentara Amerika Angkatan Darat Amerika tiba di Indonesia turut dalam Latihan Gabungan Bersama Multi Nasional Super Garuda Shield tahun 2023.

“TNI bersama dengan prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat akan melakukan Latihan Gabungan bersama Multi Nasional Suoer Garuda Shield 2023, sebanyak 238 prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat tiba di Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal), Juanda, Surabaya. Latihan ini merupakan Latihan Gabungan Bersama tahunan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Komando Indo-Pasifik AS.” Ujar Fahd A Rafiq.

Dirinya juga menambahkan, “Dari latihan ini kita harapkan TNI dapat mengasah dan mempertajam naluri tempur melalui latihan bersama, baik dalam latihan gabungan antar satuan TNI maupun latihan militer multinasional, dan para prajurit semoga memanfaatkan untuk saling tukar pengalaman dalam latihan gabungan ini.” Tutup Fahd A Rafiq

Mereka terdiri dari 2nd Infantry Brigade Combat Team, 25th Infantry Division, 225 Brigade Support Battalion, 2-11 Field Artillery yang seluruhnya berdinas di bawah Komando Indo Pasifik AS (USINDOPACOM) yang berlokasi di Hawaii.

Sebelum bergerak ke daerah latihan, sesuai prosedur keimigrasian, mereka diperiksa kelengkapan dokumen serta barang bawaan termasuk peralatan yang akan digunakan saat latihan oleh petugas Bea Dan Cukai Bandara Juanda Surabaya.

Super Garuda Shield tahun 2023 merupakan Latihan Gabungan Bersama tahunan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) beserta negara-negara seperti Inggris, Singapura, Jepang, Australia, Selandia Baru, Kanada, Papua New Guinea, Perancis, Brunei Darussalam, Jerman, Filipina, Korea Selatan dan Timur Leste.

Penulis : FNID