Fahd A Rafiq Beri Respons Terkait Indonesia Bakal Produksi 9 Juta Unit Sepeda Motor dan 600 Ribu Unit Mobil Listrik

Fahd A Rafiq Beri Respons Terkait Indonesia Bakal Produksi 9 Juta Unit Sepeda Motor dan 600 Ribu Unit Mobil Listrik

Kementerian Perindustrian Indonesia berkomitmen untuk mendukung percepatan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik di dalam negeri.

Target yang ambisius ditetapkan untuk tahun 2030, di mana industri otomotif diharapkan dapat memproduksi sepeda motor listrik roda dua dan tiga sebanyak 9 juta unit, serta mobil listrik dan bis listrik sebanyak 600 ribu unit.

Hal ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 21,65 juta barel atau setara dengan pengurangan emisi CO2 sebanyak 7,9 juta ton secara keseluruhan.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq menyampaikan bahwa konsumsi bahan bakar yang merupakan salah satu penyebab banyanya emisi CO2 dapat berkurang dengan sangat besar.

“Emisi CO2 merupakan salah satu udara yang kurang baik bagi pernafasan manusia, maka dari itu dengan berkurangnya emisi CO2 ini akan membuat kehidupan menjadi lebih sehat dan juga menjadikan lingkungan menjadi lebih terjaga.” Ujar Fahd A Rafiq, Selasa (24/10).

Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki lima perusahaan yang memproduksi bis listrik dengan total kapasitas produksi sebesar 2.480 unit per tahun dan total investasi sebesar Rp0,36 triliun.

Selain itu, tiga perusahaan memproduksi mobil listrik dengan total kapasitas produksi sebesar 34.000 unit per tahun dan total investasi Rp2,403 triliun. Ada juga 48 perusahaan yang memproduksi sepeda motor listrik dengan kapasitas produksi 1,427 juta unit per tahun dan total investasi Rp0,818 triliun.

Dalam upaya mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik, Indonesia kini memiliki dua pabrik baterai, Pabrik baterai mobil listrik lainnya diharapkan selesai dibangun pada tahun 2023 dan bisa memulai produksi komersial pada tahun 2024. Pabrik ini akan menyuplai kebutuhan baterai untuk sekitar 150.000-170.000 kendaraan listrik.

“Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin pesat, dengan kapasitas produksi yang jauh melampaui perkembangan pasar, hal ini seiring dengan kebijakan strategis pemerintah.” Ujar Fahd A Rafiq, Selasa (24/10).

Selain itu, pemerintah telah memberikan berbagai insentif baik kepada konsumen maupun industri manufaktur, termasuk pembebasan pajak dan insentif perpajakan lainnya, untuk mendorong adopsi kendaraan listrik dan produksi lokal.

Semua upaya ini diharapkan dapat membantu Indonesia mencapai target produksi kendaraan listrik yang ambisius hingga tahun 2030.